Positif Covid-19 Jadi Delapan Kasus, 19 Sampel SWAB Sumba Timur Masih Misteri

oleh -1.524 views
Konpers Covid-19 Sumba Timur

Waingapu.Com – Seiring penambahan satu kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT, hingga Minggu (25/05) warga yang terpapar virus corona terkonfirmasi total delapan orang. Kasus terbaru terkonfirmasi adalah warga kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai. Pemeriksaan specimen atau sampel SWAB yang bersangkutan dinyatakan positif, tinggal 19 sampel SWAB lainnya masih belum diperiksa di laboratorium RSUD WZ. Yohanes – Kupang. Demikian paparan Chrisnawan Tri Haryantana, dalam konferensi pers yang digelar di Posko Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID -19 setempat.

“Kasus positif Covid-19 di Sumba Timur hari ini bertambah satu. Yang bersangkutan berasal dari cluster Jakarta, dari STT Sangkakala – Grogol,” ungkap Chrisnawan.

Baca Juga:  Kembara ‘Nginap’ di Kawangu, Jadi Target Bidik Brigade Pembasmi Belalang

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Tinus Njurumbaha dan Jonker Litelnoni, yang masing masing menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit itu, juga dipastikan akan adanya penelusuran atau tracing dengan menggelar rapid test menyikapi penambahan kasus ini.

Penelusuran atau tracing perlu dilakukan, demikian Chrisnawan, karena saat tiba di Waingapu tanggal 23 April 2020 lalu, warga yang kemudian ditetapkan sebagai kasus ke-8 positif Covid-19 itu sempat pulang ke kediamannya.

“Yang bersangkutan baru jalani rapid test esok harinya atau tanggal 24 April 2020, dan hasilnya reaktif, hingga langsung di isolasi di RSUD Umbu Rara Meha,” imbuh Chrisnawan

Baca Juga:  Ketua DPRD Sumtim: “Camat Yang Suka Mabuk, Mana Bisa Jadi Panutan?”

“Karena yang bersangkutan sempat pulang ke rumah, jadi kemungkinan telah melakukan kontak dengan keluarga atau warga lainnya. Untuk itu perlu dilakukan penelusuran lebih jauh. Esok kami akan lakukan rapid test di Kawangu,” timpal Jonker Litelnoni, menjawab pertanyaan media ini terkait rencana pelaksanaan rapid test. (ion)

Komentar