Rayakan World Cleanup Day 2023 di Waingapu, Komunitas Ana Tana Gelar Parade Manusia dan Sampah

oleh
oleh

Waingapu.Com – World Celeanup Daya 2023 dirayakan di kota Waingapu, Sabtu (16/9/2023) hari ini. Sebanyak i 70 relawan yang berasal  dari Komunitas Ana Tana plus Pramuka Saka Bayangkara Polres Sumba Timur berkolaborasi dalam gelaran Parade Manusia dan Sampah. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan.

Acara yang juga diawali dengan aksi pungut sampah itu juga dihadiri dan diikuti oleh anggota Polres Sumba Timur dan perwakilan Anggota PMKRI Waingapu. Relawan berhasil mengumpulkan sekitar satu ton sampah yang didominasi oleh sampah plastik yang berserakan di dalam selokan yang ada di sepanajng jalan protokol yang dilintasi.

Adapun kegiatan aksi pungut sampah dan parade itu dimulai dari Lapangan Rihi Eti Prailiu lalu lintas Taman Kota Waingapu, Terminal Bus Matawai, dan Pasar Inpres Matawai, sebelum akhirnya berakhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Lapangan Matawai. Aksi ini merupakan upaya kolaboratif untuk membersihkan dan memelihara kebersihan kota, serta mengajak masyarakat untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Sumtim Kembali Terpuruk: 54 Siswa Tidak Lulus UN SMP

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan,” jelas Indrawanto Malingara Kariam Ketua Komunitas Ana Tana Plus. 

Dirinya juga berharap aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar dan lebih peduli pada bahaya sampah yang tidak terurus.

Bripka Paternus James Guido, Pembina Pramuka Saka Bayangkara yang turut terlibat dalam aksi pemungutan sampah ini menyampaikan, ia bersama pasukan Pramuka Saka Bhayangkara selalu berpartisipasi dalam perayaan terkait dengan aksi pemungutan sampah atau perayaan hari lainnya yang berkaitan dengan alam dan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini selalu menjadi agenda tahunan Pramuka Saka Bayangkara karena ini juga sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka yakni Cinta Alam dan Kasih Sayang,” tandas James. (ion)

Baca Juga:  Penelitian ACDP, Banyak Guru Tidak Terlatih di Pulau Sumba

Komentar