Sebanyak 7650 Keluarga Beresiko Stunting di Sumba Timur, 498 Diantaranya di Kecamatan Kambera

oleh
oleh

Waingapu.Com –  Stunting masih menjadi persoalan penting atau krusial di Kabupaten Sumba Timur bahkan menjadi problem Nasional. Hal itu diungkapkan Bupati Sumba Timur Khristofel Praing di aula Kecamatan Kambera, Sabtu (17/6/2023) pagi lalu. 

Upaya untuk menekan dan mengentaskan stunting, gizi buruk dan kurang terus diupayakan pemerinth pusat hingga daerah, termasuk di Sumba Timur. Namun, kata Bupati Khristofel hal itu tidak cukup jika tidak dibarengi dengan sinergitas seluruh stake holder dalam masyarakat seperti BUMN, swasta maupun komponen lainnya.

“Pemerintah punya komitmen bahwa stunting adalah masalah krusial. Masalah ini penting untuk dituntaskan guna keberlangsungan  dan jaminan masa depan daerah khususnya dan negara umumnya. 

Baca Juga:  Dukung Penanganan Covid-19 di Sumba Timur, Bisa Disakurkan Melalui Nduma Luri

Hal itu karena terkait dengan pembentukan sebuah generasi bangsa,” tandas Bupati Khristofel dalam sambutannya dalam acara launching Penyaluran Bantuan Pangan Pengentasan Stunting untuk Kabupaten Sumba Timur di aula Kecamatan Kambera itu. 

Ditegaskan Bupati Khristoel, bukanlah sebuah kebetulan launching dilaksanakan di Kecamatann Kambera, Karena di Kecamatan yang kini dipimpin oleh Petrus Kalaway selaku camat itu, terdapat 74 kasus anak stunting. Selain itu ada 498 Keluarga Beresiko Stunting (KBS) dari total 7650 KBS se Sumba Timur. 

“Khusus Kambera setelah adanya penyaluran ini,  saya harapkan nanti pada bulan Agustus bisa turun. Bantuan ini harus dilihat sebagai pemantik bagi kita semua untuk tahu bagaimana asupan gizi yang ideal bagi  anak dan bayi kita dalam keluarga,” tandas Khristofel. 

Baca Juga:  Stunting, Kemiskinan Ekstrim dan Hama Belalang Kembara Jadi Persoalan Krusial di Kabupaten Sumba Timur

Dalam penyaluran Bantuan Pangan Pengentasan Stunting itu dipercayakan pada PT Pos Indonesia Persero Cabang Waingapu. Dan untuk itu dilibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Sumba Timur sebagai pengawasnya selaku perpanjangan tangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Pelibatan Distan KP Sumba Timur sebagaimana diuraikan oleh Hannan, Executive Manager PT Pos Indonesia Persero sangat penting terutama untuk keakuratan data dan penyaluran tepat waktu dan sasaran.

“Secara nasional program penyaluran bantuan pangan untuk pengentasan stunting ini dibawah Bapanas dan perpanjangan tangannya di daerah itu di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan selaku pengawas. Jadi sangat kami butuhkan support dari Pemkab dalam hal ini Distan KP,” tandas Hannan pada wartawan didampingi Kadistan KP Sumba Timur Nico Pandarangga di pelataran aula Kecamatan Kambera. (ion)

Baca Juga:  Sisi Lain Kunker Presiden Jokowi di Sumba, Moment Memadu & Menguji Cinta

Komentar