Selasa Siang, Calon TKW Ilegal Tiba Kembali Ke Sumba Timur

oleh -1.138 views
Gidion dan Umbu Hapu

Waingapu.Com – Sejumlah calon Tenaga Kerja Wanita asal Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Selasa (23/07) siang ini akan tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda. Demikian diungkapkan oleh Umbu Hapu Mbeju, Kepala Dinas (Kadis) Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) setempat, melalui saluran telepon pada media pagi tadi.

“Sebentar mereka anak-anak kita, adik-adik kita itu tiba di Waingapu via Bandara Umbu Mehang Kunda. Selanjutnya akan dibawa ke Polres lalu akan diserahterimakan dari Polres Ke Pemkab. Setelah itu saya akan sama-sama mereka bertemu dan berdialog dengan Pak Bupati,” jelas Umbu Hapu.

TKW

Pasca dialog dengan Bupati, kata Umbu Hapu lebih lanjut, para calon TKW itu akan dipingkan ke rumah dan keluarga masing-masing. “Nanti selepas dialog dengan Pak Bupati mereka akan dipungkan ke keluarga masing-masing, dan akan diantar langsung oleh saya dan petugas lainnya dari Transnaker,” imbuh Umbu Hapu.

Seperti diberitakan sejumlah media lebih dari sepekan silam, sebanyak 31 TKW asal Sumba dan Rote diamankan oleh aparat Polresta Kupang. Mereka diamankan di sebuah rumah yang disewa oleh PT. Bukit Mayak Asri, selaku perusahan perekrut dan penyalur Tenaga kerja Indonesia (TKI). Saai itu turut pula diamankan Frida Muhammad yang disebut sebagai direktris dan juga Agus yang disebut sebagai petugas lapangan.

TKW

Dari hasil penelusuran penyidik didapatkan fakta diantaranya, ada enam orang calon TKW yang usia dan identitas pendukung lainnya dipalsukan, seperti usia yang sebenarnya masih 19 tahun ‘di katrol’ menjadi 21 tahun. Juga yang berusia 20 tahun di ‘dongkrak’ menjadi 22 tahun.

Sebagaimana di kutip dari Tribratanewskupang.kota.com, dipaparkan para calon TKW itu dominan berasal dari Sumtim. Dan yang dikatrol atau didongkrak usianya yakni LM yang berusia 19 tahun namun dipalsukan jadi 21 tahun, JY daru usia real 20 tahun dipalsukan jadi 22 tahun, ML dari 19 tahun dikatrol jadi 22 tahun, MK dari 19 tahun diubah jadi 21 tahun, OT dan HT dari 20 tahun dijadikan 22 tahun. Adapun saat direkrut, mereka dijanjikan akan dijadikan tenaga kebersihan (Cleaning Service) di negeri jiran Malaysia dengan upah 1,265 ringggit. Namun realitanya mereka justru dilatih untuk menjadi asisten rumah tangga. (ion)

Komentar