Sumba Timur Raih Predikat Daerah Pengendali Inflasi Terbaik Kedua se–Indonesia

oleh
Khristofel Praing

Waingapu.Com – Kabupaten Sumba Timur ditetapkan sebagai daerah dengan pengendalian inflasi terbaik kedua di seluruh Indonesia. Predikat itu disampaikan langsung oleh Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri dalam rapat koodinasi yang digelar virtual Senin (7/11/2022) lalu. Diuraikan Tito, Kabupaten Sumba Timur berhasil tekan angka inflasi pada periode Oktober 2022 dan bahkan alami deflasi di bulan yang sama sebesar -0,34 persen, yang mana terdalam untuk kawasan Bali Nusa Tenggara. 

Rapat itu selain dihadiri Bupati Sumba Timur Khristofel Praing, juga Kapolres AKBP. Fajar WLS serta Dandim 1601 Letkol Czi Aditya Triwirawan. Hadir pila sejumlah pimpinan OPD saat itu di ruang rapat Bupati.

Baca Juga:  Beras & Jagung Habis, Warga ke Hutan Cari Ubi Beracun

Kepada wartawan beberapa hari berselang di Kecamatan Wulla Waijillu, tepatnya di desa Laipandak, Bupati Khristofel menjelaskan capaian itu hasil sinergitas dan kolektifitas ragam elemen. 

“Bicara tentang inflasi kita bicara tentang daya beli. Daya beli masyarakat pada sembilan bahan pokok cukup baik karena tidak harganya tidak naik secara siginifikan. Hal itu terjaid karena kita mampu memproduksinya sendiri secara lokal. Kalau dulu banyak yang datang dari luar kini secara lokal warga kita juga bisa pasok,” papar Khristofel usai seremonial pelantikan Kepala Desa Laipandak, Jumat (18/11/2022) sore lalu itu.

Digambarkan Khristofel, aneka sayuran juga kebutuhan dapur warga semisal bawang dan cabe, tomat dulunya banyak didatangkan dari luar. Namun kini sudah banyak dan bisa diproduksi serta dipasok dari petani-petani lokal Sumba Timur. 

Baca Juga:  Slankers Sumba Timur Siap Dukung Program Revolusi Hijau Gubernur NTT

“Masyarakat sipil juga dampingan dari NGO atau LSM serta dunia usaha membuahkan hasil, juga peeran serta aparat Polisi dan TNI yang menggerakan warga untuk mengoptimalkan lahan dengan tanam dan tanam akhirnya berbuah manis, “ timpalnya.

Faktor lainnya yang juga mendukung capaian itu. Lanjut Khristifel adalah aktifnya tim pengendali inflasi daerah yang di dalamnya ada unsur TNI dan Polri bekerja sama dengan sipil. “Tim pengendali inflasi ini yang memastikan tidak adanya spekulasi dan penimbunan. Yang mana kemudian imbasnya harga–harga bisa tetap terjangkau oleh masyarakat,“ pungkasnya.

Merujuk hasil rilis Badan Pusat Statistik Sumba Timur, kota Waingapu mengalami Deflasi 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,53. Angka deflasi tersebut jauh lebih baik dari kota Kupang mengalami Inflasi sebesar 0,37 persen  dan Maumere yang alami Deflasi sebesar 0,08 persen. (ion) 

Baca Juga:  Jembatan Kambaniru Berlubang: “Jangan Tunggu Rakyat Kehilangan Nyawa!”

   

Komentar