Berbahan Dominan Kayu dan Berlandaskan Sinergi, Jembatan ini Satukan Kodiwone dan Padaeweta

oleh
Sinergi warga dan Brimob berhasil bangun jembatan darurat untuk hubungkan dua desa di Sumba Barat Daya, NTT-Foto Kolase: Waingapu.Com

Tambolaka, Waingapu.Com-Tak semua pembangunan lahir dari perencanaan panjang di atas meja. Di Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, sebuah jembatan darurat berdiri dari kayu milik warga sendiri.

Jembatan ini menghubungkan Desa Kodiwone dan Desa Padaeweta. Selama bertahun-tahun, sungai di antara keduanya menjadi batas yang menakutkan saat hujan turun.

Jembatan lama hanya berupa susunan kayu rendah. Mudah hanyut, mudah rusak, dan selalu menyisakan kecemasan.

Anak-anak sekolah harus menunggu air surut. Petani memikul hasil kebun dengan risiko terpeleset. Warga sakit mempertaruhkan keselamatan demi berobat.

Melihat kondisi tersebut, personel Batalyon C Pelopor Korps Brimob Polda NTT bergerak bersama warga.

Kayu ditebang dari kebun masyarakat. Dipikul bersama. Disusun perlahan menjadi pondasi harapan.

Tak ada jarak antara seragam dan pakaian kerja. Semua menyatu dalam kerja bakti yang melelahkan, namun membanggakan.

“Setiap papan yang dipasang dalam kebersamaan dengan Bapak Brimob untuk jadi harapan kami,” ujar Malo Bani.

Proses pembangunan berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Hari demi hari, jembatan itu mulai membentuk garis penghubung dua desa.

Kini, jembatan darurat tersebut bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan di pelosok Sumba.

“Ini bukan cuma kayu dan besi. Ini masa depan anak-anak kami,” tutup Malo Bani.(ion)

Komentar