Waingapu.Com-Pemerintah Kabupaten Sumba Timur resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbangcam) Tahun Anggaran 2027. Kecamatan Pandawai menjadi pembuka, menandai dimulainya proses panjang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Musrenbangcam ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di halaman kantor kecamatan, forum itu menjadi ruang temu antara aspirasi warga desa dan arah kebijakan pembangunan daerah. Usulan yang lahir dari Musrenbang desa 2025 diverifikasi kembali sebelum naik ke tingkat kecamatan.
Bupati Umbu Lili Pekuwali hadir langsung membuka kegiatan, didampingi Wakil Bupati Yonathan Hani. Kehadiran keduanya menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam menyusun pondasi pembangunan dua tahun mendatang.
Dalam sambutannya, Umbu Lili menegaskan pentingnya perencanaan yang terarah dan terukur. Ia menyebut, keberhasilan pembangunan selalu dimulai dari perencanaan yang matang.
“Melalui Musrenbangcam ini, kami ingin memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar terarah dan lahir dari kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Karena itu partisipasi aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Musrenbang tahun ini disebut sebagai tahun kedua pemerintahan Umbu Lili–Yonathan Hani. Fokus pembangunan tetap diarahkan pada visi besar daerah: HUMBA Maju dan Berkelanjutan.
Salah satu program yang kembali ditegaskan adalah HUMBA Cerdas. Pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran beasiswa sekitar Rp1,5 miliar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kami harapkan masyarakat dapat menangkap dan memanfaatkan peluang ini. Bagi masyarakat yang tergolong dalam desil satu dan desil dua, mempunyai peluang untuk mengakses beasiswa ini,” ujar Umbu Lili.
Ia menambahkan, penggunaan DTSEN sebagai acuan dilakukan agar bantuan tidak salah sasaran. Pemerintah ingin memastikan beasiswa benar-benar menjangkau keluarga paling rentan.
Tak hanya pendidikan, Bupati juga menyinggung isu pelayanan dasar di desa. Ia mengingatkan kepala desa agar tidak merumahkan tenaga medis desa, guru PAUD, maupun tenaga posyandu yang dibiayai Dana Desa.
“Tidak boleh ada pemberhentian tenaga medis desa, perawat, bidan, guru PAUD dan tenaga posyandu untuk dirumahkan. Itu sudah menjadi keputusan kami terkait pelayanan dasar,” tegasnya.
Musrenbangcam di Pandawai dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala dinas, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga setempat.
Dari forum inilah, arah pembangunan Kabupaten Sumba Timur 2027 mulai dirumuskan,antara angka-angka anggaran dan harapan warga yang ingin hidup lebih layak di tanah sendiri.(wyn)







