Sepuluh Hari Pascagempa M5,9, Aktivitas Gempa Susulan Kodi Masih Berlanjut

oleh

Tambolala, Waingapu.Com – Sepuluh hari setelah gempa utama bermagnitudo 5,9 pada 4 Oktober 2026, aktivitas gempa susulan di wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih tercatat dalam pemantauan BMKG.

Hingga Rabu (14/10/2026) pukul 18.00 WIB, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III mencatat total 709 gempa susulan. Sebanyak 12 kejadian di antaranya dilaporkan dirasakan masyarakat.

Dalam pembaruan yang sama, BMKG menyebut gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 4,8, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,0. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan setelah kejadian utama masih terpantau dengan kekuatan yang beragam.

Peta sebaran gempa susulan yang dirilis BMKG memperlihatkan kumpulan titik kejadian di sekitar Kodi dan wilayah perairan selatan Sumba. Sebaran tersebut menjadi bagian dari dokumentasi perkembangan aktivitas seismik pascagempa utama.

Baca Juga:  BMKG Catat 443 Gempa Susulan Paska Gempa M5,9 di Pulau Sumba

Gempa susulan merupakan kejadian yang dapat menyertai gempa utama akibat proses penyesuaian pada batuan dan tegangan di sekitar sumber gempa. Rangkaian tersebut bisa berlangsung dalam rentang waktu yang berbeda-beda, sehingga lama dan akhir aktivitasnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan jumlah kejadian.

Karena itu, tingginya jumlah gempa susulan tidak otomatis berarti gempa yang lebih besar akan terjadi. Sebaliknya, masyarakat juga tidak disarankan menganggap aktivitas gempa telah berakhir hanya karena tidak merasakan guncangan dalam beberapa waktu.