Tanam 600 Pohon di Kali Pamalar, GAMKI Sumba Tengah Soroti Dampak Pembangunan terhadap Lingkungan

oleh
Satu dari 600 pohon yang ditanam GAMKI Sumba Tengah bersama Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan di Kali Pamalar, Selasa (Foto: Waingapu.Com)

Waingapu, Waingapu.Com – Gerakan penghijauan yang dilakukan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Sumba Tengah bersama Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan tidak hanya berfokus pada penanaman pohon. Kegiatan di Kali Pamalar, Desa Umbu Langang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Selasa (13/10/2026), juga membawa pesan penting tentang perlunya pembangunan yang memperhatikan kelestarian ekosistem sungai.

Sebanyak 600 pohon ditanam dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi pendidikan lingkungan tersebut. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus ajakan agar masyarakat dan pemerintah memberi perhatian lebih terhadap perlindungan kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Ketua GAMKI Kabupaten Sumba Tengah, Asra Bulla Junga Jara, menegaskan bahwa pembangunan dan perlindungan lingkungan harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang berjalan beriringan.

“Kami berpandangan bahwa pembangunan dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. Penanganan sungai perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Jangan sampai pembangunan yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat justru menimbulkan persoalan lingkungan baru,” ucapnya.

Menurut Asra, setiap kegiatan pembangunan di kawasan sungai perlu memperhatikan karakteristik lingkungan dan potensi dampak yang dapat muncul. Hal ini penting agar kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan manfaat sungai tidak justru memunculkan persoalan ekologis di kemudian hari.

Ia menilai, penanganan sungai, termasuk normalisasi maupun pengerukan, perlu didasarkan pada pertimbangan yang matang. Kajian teknis dan penilaian dampak ekologis dibutuhkan agar tindakan yang dilakukan tetap memperhatikan keberlanjutan fungsi sungai.

Sungai sendiri memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar saluran air. Keberadaannya berkaitan dengan kestabilan tanah, keberlangsungan vegetasi, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitarnya.

Karena itu, Asra mendorong pemerintah agar mempertimbangkan aspek ekologis dalam setiap kebijakan dan program pembangunan yang berkaitan dengan kawasan sungai.

“Kami berharap 600 pohon yang ditanam hari ini tidak berhenti sebagai simbol kegiatan, tetapi benar-benar dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Kami juga mendorong pemerintah agar setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan di kawasan sungai tetap memperhatikan aspek ekologis, sehingga upaya pembangunan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujarnya.