Tambolaka, Waingapu.Com-Kepedulian terhadap kondisi infrastruktur pedalaman kembali ditunjukkan oleh Batalyon Pelopor C Korps Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel turun langsung membantu warga Desa Dikira membangun jembatan darurat.
Langkah ini dilakukan setelah melihat kondisi jembatan bambu lama yang mulai rapuh dan membahayakan keselamatan. Setiap hari disebutkan warga bertaruh nayawa menapakinya untuk kelancaran aktifitas harian.
Hal itu ditegaskan dengan lirih oleh Kepala Desa Dikira, Yulius Anggo Ate. “Tidak ada pilihan, warga hanya bisa lalui jembatan ini, ” ujarnya.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong. Warga bersama aparat bahu membahu mengangkut material dan memasang rangka penguat.
Suasana kebersamaan tampak jelas di lokasi pekerjaan. Kaum perempuan menyiapkan konsumsi, sementara anak-anak membantu membawa perlengkapan.
Komandan Batalyon Pelopor C, Kompol Denis Y N Leihitu, menyebut ini merupakan misi kemanusiaan kedua setelah sebelumnya membangun jembatan di desa lain.
Jembatan darurat ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini menghantui warga.
Namun demikian, jembatan darurat tetap bukan solusi jangka panjang. Konstruksinya memiliki keterbatasan usia pakai.
Desa Dikira berada di wilayah pedalaman Sumba Barat Daya yang akses jalannya belum sepenuhnya memadai.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur harus menjangkau hingga pelosok.
Kehadiran aparat menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan solusi cepat.
Meski begitu, warga tetap berharap pemerintah membangun jembatan permanen agar aktivitas ekonomi dan sosial berjalan lebih aman dan lancar.(ion)







