Lahan Tidur dan Pengangguran, Jagung Bisa Jadi Solusi Ekonomi Sumba Timur

oleh
Marten Hina Tarapanjang,, pemuda bergelar sarjana informatika ini turun kebun untuk berbudaya jagung untuk mencukupi kebutuhan keluarganya di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, kabupaten Sumba Timur, NTT (Foto: Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi isu yang sering dibahas di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Di tengah keterbatasan lapangan kerja formal, sektor pertanian dinilai bisa menjadi salah satu solusi ekonomi masyarakat.

Salah satu komoditas yang dinilai memiliki potensi besar adalah jagung. Namun hingga saat ini, pengembangan jagung masih belum maksimal karena banyak lahan yang belum dimanfaatkan.

Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, mengatakan dari sekitar 15.876 hektare lahan potensial jagung, baru sekitar 8.000 hektare yang dimanfaatkan.

“Kalau melihat luas lahan potensial yang ada untuk ditanami jagung itu belum sampai lima puluh persen lah ditanami jagung,” ujar Nicolas Rabu (25/3/2026) di ruang kerjanya.

Menurutnya, jika seluruh lahan potensial dimanfaatkan, produksi jagung di Sumba Timur bisa meningkat signifikan dan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Beberapa hari sebelumnya, seorang petani muda bernama Marten Hina Tarapanjang sudah membuktikan bahwa jagung bisa menjadi sumber penghasilan keluarga.

Ia mengelola lahan hampir satu hektare dan menjual jagung hasil panennya kepada masyarakat sekitar dan pembeli dari luar desa.

“Hasilnya lumayan bisa bantu ekonomi keluarga dan menabung dan buka usaha lain seperti ternak ayam bebek,” ujarnya di Lounda Lima, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang.

Menurut Marten, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan bisa dijadikan lahan produktif untuk pertanian jagung.

Ia juga berharap pemerintah bisa lebih serius mengembangkan sektor jagung karena potensinya cukup besar di Sumba Timur.

“Saya melihat jagung ini sebenarnya punya potensi bagus tapi butuh perhatian serius dari pemerintah sampai ke tingkat desa,” katanya sembari menambahkan hasil panennya dijual dengan klasifikasi jagung bulirnya Rp5000/kilogramnya. Sedangkan untuk jagung giling dijual seharga Rp8000/kilogramnya. Para pembeli bisa menghubunginya via telpon/WA di nomer 089528769839.

Jika pengembangan jagung dilakukan secara serius, sektor ini bisa membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kemiskinan di daerah.

Karena itu, pengembangan jagung dinilai tidak hanya soal pertanian, tetapi juga soal pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat desa.(ion)