Ops Keselamatan Turangga 2026 di Sumba Timur: 185 Pelanggaran, Helm SNI dan Surat Kendaraan Masih Dominan

oleh
Operasi Keselamatan Turangga 2026 yang digelar Polres Sumba Timur-Foto: ilustrasi istimewa

Waingapu.Com-Operasi Keselamatan Turangga 2026 yang digelar Polres Sumba Timur selama 14 hari, 2 hingga 15 Februari 2026, mencatat 185 pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Sumba Timur. Angka ini menjadi potret disiplin berlalu lintas masyarakat yang masih perlu diperkuat.

Dari total penindakan tersebut, 4 pelanggar dikenakan tilang, sementara 181 lainnya diberikan teguran simpatik oleh personel Satlantas. Pendekatan edukatif masih menjadi strategi utama dalam operasi yang digelar serentak ini.

Jenis pelanggaran paling dominan terjadi pada kendaraan roda dua. Tercatat 86 kasus terkait kelengkapan surat-surat kendaraan, disusul 56 kasus pengendara tidak menggunakan helm berstandar SNI.

Selain itu, ditemukan 13 kasus kendaraan tanpa TNKB atau menggunakan nomor polisi palsu. Ada pula 7 pengendara memakai knalpot brong dan 7 pengendara di bawah umur.

Empat pengendara kedapatan berboncengan lebih dari satu orang, serta satu kasus menggunakan telepon genggam saat berkendara. Pelanggaran ini dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Untuk kendaraan roda empat, tercatat 9 kasus kelengkapan surat dan 2 kasus pengemudi tidak menggunakan safety belt.

Kasat Lantas Satlantas Polres Sumba Timur AKP Rahmat Agus Ibrahim, mewakili Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa, mengatakan operasi ini mengedepankan langkah preventif dan persuasif.

“Selama Ops Keselamatan Turangga 2026, kami lebih mengutamakan edukasi dan kesadaran masyarakat. Namun terhadap pelanggaran tertentu tetap kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Ia menyebut, kepatuhan penggunaan helm dan kelengkapan surat kendaraan masih menjadi pekerjaan rumah di Sumba Timur. Menurutnya, keselamatan dimulai dari hal paling dasar.

“Kami imbau masyarakat agar selalu menggunakan helm SNI, membawa surat kendaraan lengkap dan tidak melakukan pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Operasi ini diharapkan menjadi momentum membangun budaya tertib lalu lintas di Sumba Timur, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.(wyn)

Komentar