Korban terlepas dari pelampung dan dihantam gelombang. Tubuhnya diduga terbentur batu karang hingga akhirnya tidak lagi terlihat di permukaan laut.
Nahkoda bersama ABK lainnya langsung melakukan pencarian. Upaya mencari korban dilakukan sejak siang hingga sekitar pukul 17.30 WITA.
Harapan menemukan korban muncul setelah awak kapal melihat warga di sekitar pantai melambaikan pakaian sebagai tanda. Tiga ABK kemudian merapat ke daratan.
Setibanya di pinggir pantai, mereka mendapati korban telah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Tubuh korban sebelumnya ditemukan tersangkut di antara batu karang.
Warga kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah warga bernama Okta Pagalu Leba Ratu. Jenazah diamankan di lokasi tersebut agar tidak kembali terbawa arus laut.
“Kami memastikan proses pemeriksaan dan penanganan jenazah dilakukan bersama pihak terkait. Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan dan korban diduga meninggal akibat tenggelam setelah mengalami benturan,” kata Kapolres Sumba Tengah melalui Kasi Humas IPDA Jeimsar.
Sekitar pukul 20.00 WITA, tim medis Puskesmas Malinjak bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sumba Barat melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Pada tubuh korban ditemukan tanda orang tenggelam dan luka lecet di bagian wajah yang diduga akibat benturan.
Korban juga diperkirakan sudah meninggal lebih dari empat jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Kondisi tersebut terlihat dari tubuh yang sudah kaku dan adanya lebam mayat.







