El Nino Menguat, Awal Musim Hujan Indonesia Timur Diprediksi Mundur

oleh

BMKG mengingatkan keterlambatan datangnya hujan perlu menjadi perhatian masyarakat karena dapat memperpanjang periode kering. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air dan aktivitas masyarakat di wilayah yang mengalami musim kemarau lebih panjang.

“Musim hujan yang datang terlambat perlu diwaspadai karena berpotensi membuat kekeringan berlanjut hingga Oktober, seperti di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” papar BMKG.

El Nino saat ini dipantau melalui Indeks Nino 3,4 dan diprediksi masih bertahan hingga kemudian berakhir pada akhir catur wulan pertama 2027.

Meski demikian, BMKG memperkirakan dampak kekeringan akan ikut berkurang ketika musim hujan mulai berlangsung. Masyarakat di Indonesia Timur diminta tetap mengikuti perkembangan informasi iklim secara berkala.

“Seiring perkembangan kondisi iklim, BMKG akan terus memperbarui prediksi. Masyarakat diimbau selalu mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG,” imbau BMKG.(ped)