Waingapu.Com – Gereja Kristen Sumba (GKS) didorong semakin peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Sumba, mulai dari ancaman lingkungan hingga tantangan sosial-ekonomi jemaat.
Pesan tersebut menjadi bagian dari materi Sidang I Majelis Sinode GKS Periode 2026–2031 yang digelar di Gedung Happu Mbay (MPL) Payeti, Sumba Timur, Rabu (7/10/2026) petang lalu.
Sidang yang mengangkat tema “Merawat Kehidupan, Merawat Generasi” itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani.
Tema tersebut dipandang bukan sekadar wacana teologis, tetapi harus diterjemahkan menjadi panggilan iman dan agenda kerja konkret di tengah realitas kehidupan masyarakat.
Dalam penjabaran tema, GKS didorong memperhatikan ancaman terhadap lingkungan dan ekologi yang dapat memengaruhi kelestarian alam Sumba.
Selain persoalan lingkungan, perhatian juga diarahkan pada berbagai tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi jemaat serta upaya menjaga martabat kemanusiaan.
Merawat kehidupan, dalam konteks tersebut, dipahami sebagai tindakan aktif untuk memelihara seluruh ciptaan dan kehidupan yang dianugerahkan Tuhan.
Yonathan Hani mengatakan tanggung jawab merawat kehidupan merupakan tugas bersama antara pemerintah, gereja, keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat.
“Merawat kehidupan berarti kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melindungi dan membangun kehidupan manusia agar tetap bermartabat,” kata Yonathan.




