Ia menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam mempersiapkan generasi penerus. “Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Gereja, keluarga, lembaga pendidikan dan seluruh masyarakat harus berjalan bersama,” ujarnya.
Sidang I Majelis Sinode GKS kemudian diharapkan menghasilkan gagasan dan keputusan strategis yang mampu menjawab tantangan pelayanan selama periode 2026–2031.
Dengan demikian, tema “Merawat Kehidupan, Merawat Generasi” tidak berhenti dalam forum persidangan, tetapi diwujudkan melalui pelayanan nyata di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat.

Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, Ketua Pantia, Nicolas Pandarangga dan Ketua Umum BPMS GKS, Pendeta Yacob Malo Bili (Foto kolase: istimewa)
Sebelumnya, dalam sambutannya Ketua Umum BPMS GKS terpilih, Yacob Malo Bili mengatakan, Sidang I Majelis Sinode memiliki nilai strategis karena berlangsung pada awal periode pelayanan lima tahun.
Peserta sidang diarahkan mencurahkan pikiran, hikmat dan gagasan untuk menyusun program-program strategis yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.
Proses perumusan program tersebut diharapkan berlangsung dengan semangat pelayanan, kasih, kerendahan hati dan kebersamaan.(wyn)




