Pemimpin Gereja Diingatkan Bereskan Hati Sebelum Bereskan Jemaat, Pesan Ibadah Minggu Sidang Sinode GKS ke-44

oleh
Pendeta Aprianus Meta Jangga Uma mengingatkan bahwa pembenahan gereja harus diawali dengan pembenahan hati para pemimpinnya dalam Ibadah Minggu Sidang Sinode GKS ke-44 di GKS Nggongi, Karera, Sumba Timur (Foto: istimewa)

Waingapu.Com – Sidang Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) ke-44 tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi gereja, tetapi juga momentum refleksi mendalam bagi para pelayan Tuhan. Dalam ibadah Minggu (5/7/2026), Pendeta Aprianus Meta Jangga Uma mengingatkan bahwa pembenahan gereja harus diawali dengan pembenahan hati para pemimpinnya.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin ibadah dalam rangkaian Sidang Sinode GKS ke-44 dengan bacaan pembimbing dari Amsal 4:3 dan khotbah yang bertumpu pada Mazmur 24:1-4 serta Amsal 4. Di hadapan peserta sidang, ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak ditentukan semata oleh kemampuan berkhotbah atau kecakapan memimpin, melainkan oleh kebersihan hati setiap pelayan.

Menurut Pendeta Aprianus, banyak persoalan dalam keluarga maupun gereja berakar dari hati yang belum dipulihkan. Luka batin, kepentingan pribadi, hingga ego yang tidak diselesaikan akan memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan dan memperlakukan sesama.

“Dari hati kembali ke hati. Merawat kehidupan berarti dimulai dari merawat hati. Tidak dapat kita katakan merawat keluarga, mengasihi keluarga, tetapi luka batin belum kunjung usai. Jika hati sedang tidak baik, maka perkataan yang keluar hanyalah penghakiman,” tegas Pendeta Aprianus.

Ia mengingatkan bahwa Alkitab secara konsisten mengajarkan pentingnya kehidupan batin. Apa yang keluar dari mulut seseorang, kata dia, merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam hati. Karena itu, pelayanan yang tampak baik di luar bisa kehilangan makna apabila hati pelayannya dipenuhi kepentingan dan kebencian.

“Hati adalah mezbah Allah. Perjumpaan dengan Allah harus dimulai dari hati yang bersih. Misi Allah juga berangkat dari kekudusan hidup,” katanya.