Jakarta, Waingapu.Com – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 meninggalkan duka mendalam. Memasuki hari ke-11 penanganan bencana, BNPB mencatat 103 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Angka tersebut bertambah tiga korban dibandingkan data sebelumnya. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan membenarkan adanya penambahan korban meninggal dalam pembaruan data pada Selasa (25/8/2026).
“Saat ini, pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal paling tinggi. BNPB mencatat sebanyak 41 orang meninggal dunia di kabupaten tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur berada di urutan kedua dengan jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang. Korban jiwa lainnya tersebar di sejumlah wilayah yang terdampak gempa NTT.
Selain korban meninggal, dampak gempa juga terlihat dari tingginya jumlah warga yang mengalami luka-luka. BNPB mencatat total korban luka kini mencapai 1.666 orang.
Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka paling banyak. Dari jumlah tersebut, tercatat 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang lainnya mengalami luka ringan.
“Yang terbesar itu ada di Manggarai Timur di mana luka berat sebesar 239 orang, luka ringan sebesar 404 orang,” ungkap dia.





