Hari Keadilan Ekologis di Waingapu Soroti Peran Masyarakat Petani dan Nelayan Jaga Alam

oleh
Ratusan warga tanam anakan mangrove dalam memeriahkan Hari Keadilan Ekologis Nasional di Pantai Pamalala, Sumba Timur, NTT (Foto: istimewa/waingapu.com)

Erwin menjelaskan tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi” sengaja dipilih untuk menempatkan pengalaman masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kenapa tapak dipilih sebagai tema, karena tapak itu adalah tentang rekam jejak para petani, nelayan dan saudara-saudari kita yang menjaga keberlanjutan alam,” ujarnya.

Menurut Erwin, petani dan nelayan merupakan kelompok yang memiliki hubungan langsung dengan kondisi lingkungan. Keberlanjutan alam bagi mereka juga berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan dan sumber penghidupan.

Hal yang sama terlihat dalam penanaman mangrove di Pamala. Keberadaan tanaman tersebut dinilai penting untuk menjaga ekosistem pesisir, mendukung sumber penghidupan masyarakat serta membantu melindungi pantai dari ancaman abrasi.

Erwin menegaskan kegiatan penanaman bukan sekadar seremoni. Gerakan tersebut akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan membangun kesadaran lintas generasi.

Rangkaian Hari Keadilan Ekologis Nasional akan berlanjut pada Minggu (20/9/2026) melalui nonton bareng film Benteng Hijau Watumbaka, diskusi dan deklarasi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas pembahasan mengenai lingkungan dan keadilan antargenerasi.(wyn)