Jalur Logistik Sumba Terancam Lumpuh, Petani Lewa Raya Siapkan Aksi Blokade Jika Krisis Solar Berlanjut

oleh
Yohanis Umbu Tunggu Djama, saat menyampaikan penegasan akan potensi blokade jalan dan demo besar di Lewa Raya jika krisis solar tidak disikapi konkret oleh Pertamina-Foto: Waingapu.Com

Waingapu.Com-Ancaman terganggunya suplai BBM dan logistik antar-kabupaten di Pulau Sumba semakin nyata setelah Asosiasi Petani Se-Lewa Raya membuka rencana aksi blokade jalan nasional. Aksi itu akan dilakukan apabila Pertamina tidak menambah pasokan solar dalam tiga hari.

Jalur nasional yang melintasi Kecamatan Lewa merupakan rute vital pengiriman BBM, bahan pangan, hingga mobilitas antarwilayah menuju Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Jika blokade terjadi, aktivitas ekonomi di tiga kabupaten itu berpotensi lumpuh.

Ketua Asosiasi Petani, Yohanis Umbu Tunggu Djama, menyebut langkah ini sebagai “opsi terakhir” setelah dialog panjang dengan pemerintah daerah dan Pertamina tidak membuahkan hasil signifikan dan langkah konkret. “Kami tidak main-main. Kalau sampai 3×24 jam tidak ada respon, jalan nasional kami tutup,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa aksi ini bukan bentuk permusuhan terhadap pemerintah, tetapi respon dari putusnya mata pencaharian petani akibat kelangkaan solar. “Solusi yang kami minta itu sederhana: tambah kuota, perbaiki distribusi, tegakkan aturan. Jangan biarkan petani jadi korban,” ungkapnya.

Rambu Chris, yang menjadi salah satu koordinator di lapangan, menambahkan bahwa jaringan mobilisasi aksi sudah terbentuk hingga tingkat desa. “Kalau aksi jalan, bukan hanya petani Lewa yang turun. Tapi seluruh anggota keluarga kami dari Lewa Tidahu, Nggaha, dan Katala Hamu Lingu juga siap,” ujarnya.

Dampak blokade itu diperkirakan meluas. Distribusi BBM ke SPBU di tiga kabupaten lain akan terganggu, sementara kendaraan logistik tidak akan bisa menembus wilayah Lewa. Kondisi itu tentu mengganggu pasokan pangan, transportasi, dan pelayanan publik.

Jika blokade jalan benar terjadi, Sumba akan menghadapi situasi darurat yang tidak hanya memukul sektor pertanian tetapi juga rantai ekonomi dan transportasi lintas daerah.(ion)

Komentar