Dia menjelaskan, peningkatan realisasi penyaluran Pertalite di Kabupaten Sikka menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi energi.
Sepanjang Oktober 2026, realisasi penyaluran Pertalite di Kabupaten Sikka mencapai sekitar 2,3 juta liter atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan September 2026 yang sebesar 2,2 juta liter.
Kondisi tersebut mendorong Pertamina untuk terus menyesuaikan rencana distribusi berdasarkan perkembangan konsumsi dan ketersediaan stok di tingkat lembaga penyalur.
Tidak hanya mengandalkan pengawasan internal, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pengelola SPBU dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai kebutuhan. “Kami terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan proses penyaluran berjalan optimal,” kata Ahad.
Pertamina turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pembelian sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan Pertalite bagi seluruh konsumen.
Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi mengenai produk Pertamina dapat menyampaikan pengaduan melalui Pertamina Contact Center 135.(ion)


