Waikabubak, Waingapu.Com-Menjelang perayaan Paskah, Bukit Gollu Potto di Kelurahan Soba Wawi, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, layak jadi salah satu lokasi wisata religi untuk berdoa dan melakukan refleksi iman.
Di atas perbukitan sunyi dan tenang itu berdiri patung Yesus Kristus dengan tangan terentang menghadap Kota Waikabubak. Dari kejauhan, patung tersebut seolah memberkati kota yang terhampar di bawahnya dengan bentangan sawah hijau, rumah warga, dan bangunan perkantoran.
Untuk mencapai puncak bukit, pengunjung harus menapaki ratusan anak tangga. Perjalanan ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi bisa juga perjalanan batin bagi banyak pengunjung yang datang untuk berdoa dan merenung atau merefleksi diri dan imannya.
Rasa lelah setelah mendaki tangga seakan terbayar ketika tiba di puncak. Dari ketinggian, hamparan Kota Waikabubak terlihat utuh, tenang, dan hijau, sementara angin sepoi-sepoi menghadirkan suasana damai dan hening.
Suasana yang sunyi dan jauh dari hiruk pikuk kota membuat Bukit Gollu Potto menjadi tempat yang ideal untuk refleksi iman, terutama menjelang Hari Raya Paskah seperti saat ini.
Salah satu pengunjung, Orce D. Ambo, mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan lokasi tersebut. Ia mengatakan tempat ini memberikan ketenangan yang jarang ditemukan di ruang publik lainnya.
“Tempat ini cocok untuk berdoa, refleksi, dan menikmati keindahan alam. Suasananya tenang sekali dan membuat orang bisa merenung,” ujarnya.
Selain panorama alam yang indah, di bagian dasar patung terdapat lukisan-lukisan rohani yang menceritakan sejarah keselamatan. Lukisan ini semakin memperkuat identitas Bukit Gollu Potto sebagai destinasi wisata religi.

Banyak pengunjung juga memanfaatkan lokasi ini untuk berfoto karena panorama alamnya yang luas dan indah, terutama saat pagi dan sore hari.
Dengan panorama alam yang indah dan suasana yang tenang, Bukit Gollu Potto dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi unggulan di Sumba Barat.
Menjelang Paskah, lokasi ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang perenungan bagi umat yang ingin mempersiapkan diri secara spiritual dalam suasana alam yang hening dan damai.(ion)







