29 Mahasiswa UGM Pilih Matawai La Pawu, Bawa Misi Besar Bangun Ekosistem Pemberdayaan di Sumba Timur

oleh

Waingapu.Com-.Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diterjunkan ke Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) periode Juni–Agustus 2026.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut bukan sekadar menjalankan program akademik tahunan. Mereka datang membawa konsep besar bernama Serana Sumba, sebuah model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Pulau Sumba.

Tim mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Desa Prai Bokul dan Desa Katikutana selama hampir dua bulan. Program ini menjadi bagian dari penerjunan lebih dari 10.000 mahasiswa UGM ke berbagai wilayah Indonesia.

Dosen Pembimbing Lapangan, Angga Fajar Setiawan, menjelaskan bahwa Sumba Timur dipilih karena memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal yang sangat besar.

Namun di sisi lain, wilayah tersebut juga masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Sumba Timur memiliki potensi yang luar biasa. Karena itu diperlukan pendekatan kolaboratif agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Angga.

Menurutnya, konsep Serana Sumba dirancang sebagai sebuah ekosistem pemberdayaan masyarakat yang tidak berhenti saat program KKN berakhir.

Model tersebut menghubungkan penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, akses pasar, tata kelola komunitas hingga keberlanjutan program.

Tim mahasiswa juga menggandeng berbagai lembaga strategis seperti Balai Taman Nasional Matalawa dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan NTT. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat implementasi berbagai program yang akan dijalankan selama berada di lapangan.

Pemerintah Kecamatan Matawai La Pawu menyambut positif kehadiran mahasiswa UGM. Camat Matawai La Pawu, Viktor Galla, menyatakan pihaknya siap mendukung seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Kami menyambut baik program KKN-PPM UGM dan siap berkolaborasi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah ini,” kata Viktor.

Program lapangan dimulai pada 20 Juni hingga 8 Agustus 2026 sebelum para mahasiswa kembali ke Yogyakarta. Harapannya, kehadiran mahasiswa UGM dapat meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat di dua desa sasaran.(ion)