Diduga Dipicu Masalah Ekonomi, Kapolda NTT Ungkap Arah Penyelidikan Kasus Bocah YBR Gandir di Ngada

oleh
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko dan Kediaman Nenek bocah YBS-Foto Kolase : Istimewa

Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mendorong tindakan serupa. Jika Anda mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, psikolog atau psikiater.

Kupang, Waingapu.Com-Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengungkapkan arah awal penyelidikan kasus meninggalnya YBR (10), siswa SD yang ditemukan dalam posisi tergantung di sekitar kediaman neneknya di Kabupaten Ngada.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah TKP, motif ekonomi diduga menjadi pemicu utama korban memilih cara tragis berupa gantung diri (gandir) meski aparat kepolisian masih melakukan pendalaman lanjutan.

“Motif utama karena hal itu, namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai hasil penyelidikan awal dan olah TKP, karena kekecewaan,” ungkap Kapolda NTT, Rabu (4/2/2026) sebagaimana dilansir Tribrata News Polda NTT.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu.

Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh di kebun milik neneknya, WN, di Dusun IV Desa Nenowea.

Korban sendiri tercatat sebagai warga Kampung Boloji, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Mendalami kasus ini, Polda NTT memberi atensi khusus dengan memerintahkan Kapolres Ngada untuk mendampingi langsung keluarga korban.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada untuk ke rumah orang tua korban,” kata Kapolda.

Selain penyelidikan hukum, Polda NTT juga fokus pada aspek kemanusiaan dengan mengirimkan tim psikologi guna membantu keluarga korban menghadapi tekanan mental.

Tim psikologi dari Biro SDM Polda NTT telah tiba di lokasi dan melakukan pendampingan sejak Rabu (4/2/2026).

“Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban,” ujar Kapolda.

Pendampingan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari untuk memastikan kondisi psikologis keluarga tetap terpantau.

Kapolda menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara hati-hati dan komprehensif mengingat korban masih berusia anak-anak.

Kasus ini sekaligus membuka diskusi publik mengenai tekanan ekonomi dan dampaknya terhadap psikologis anak di daerah.(ped)

Komentar