Sembilan Kejadian Bencana Awal Tahun, BPBD Sumba Timur Perkuat Asesmen Hingga Bantuan Emergency

oleh
Kebakaran rumah dan angin puting beliung jadi bencana yang kerap landa sejumlah wilayah di Sumba Timur-Foto: ilustrasi istimewa

Waingapu.Com-Deretan kejadian bencana di awal tahun 2026 menjadi momentum bagi BPBD Sumba Timur untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, berbagai jenis bencana menuntut respons cepat dan terukur.

Kalak BPBD Sumba Timur, Yonathan H Marawali, mengatakan asesmen cepat menjadi kunci dalam setiap penanganan. “Kecepatan kami di lapangan menentukan seberapa besar dampak lanjutan yang bisa dicegah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap laporan bencana langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim reaksi cepat. Pola ini diterapkan agar bantuan emergency benar-benar menjawab kebutuhan korban.

Yonathan menambahkan, tantangan geografis Sumba Timur membutuhkan koordinasi yang solid antara BPBD, pemerintah kecamatan, dan desa. Tanpa itu, penanganan tidak akan efektif.

Menurutnya, data rekapitulasi bencana bukan sekadar arsip, tetapi menjadi dasar perencanaan mitigasi ke depan. “Dari data inilah kami membaca pola dan menentukan langkah antisipasi,” katanya.

BPBD juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana, mulai dari kesiapan rumah hingga pelaporan dini.

Dengan serangkaian kejadian di awal tahun ini, Yonathan berharap semua pihak tidak lengah. “Bencana bisa datang kapan saja, tapi kesiapan harus ada setiap saat,” pungkasnya.(ped)