Hampir 70 Persen Anak Dampingan dari Sumba, Yayasan Kolewa Gelar Family Gathering di Waingapu

oleh
Yayasan Kolewa Harapan Indonesia laksanakan Family Gathering di Aula Hotel Elvin, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Kegiatan sosial ini didukung penuh oleh Rotary Club Bali Nusa Dua (Foto Kolase: Dion. Umbu Ana Lodu/Waingapu.Com)

Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan kembali anak-anak yang telah menjalani operasi dengan tim yayasan yang mendampingi perjalanan perawatan mereka. Bagi keluarga, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi tentang langkah berikutnya yang perlu dilakukan.

Juliani mengatakan peserta kali ini diprioritaskan bagi anak-anak berusia di atas tiga tahun. Pertimbangan usia berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, sehingga tim dapat melakukan evaluasi perkembangan bicara secara lebih efektif.

Dalam kegiatan itu, monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting. Anak-anak yang membutuhkan tindak lanjut akan dinilai sesuai kondisi masing-masing, termasuk kemungkinan memperoleh terapi bicara atau menjalani pemeriksaan lanjutan di Bali.

Yayasan Kolewa menegaskan bahwa pendampingan tidak hanya berfokus pada operasi bibir sumbing. Anak-anak yang juga mengalami celah langit-langit mulut atau gusi membutuhkan perhatian medis sesuai diagnosis dan perkembangan mereka.

Kebutuhan tersebut dapat berlangsung dalam beberapa tahapan. Karena itu, komunikasi dengan orang tua menjadi penting agar keluarga memahami kondisi anak, jadwal pemeriksaan, dan bentuk perawatan yang mungkin diperlukan.

Dalam kegiatan yang sama, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur dan BPJS Kesehatan Cabang Waingapu turut memberikan edukasi. Materi yang disampaikan mencakup pelayanan kesehatan serta pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumba Timur, Julianus Ndjurumay, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kolewa atas kepeduliannya terhadap anak-anak dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi.

Ia menyatakan, Dinas Kesehatan siap mendukung sesuai kewenangan dan kemampuan, termasuk apabila dibutuhkan data atau pendataan masyarakat yang memerlukan perhatian pelayanan kesehatan.