Waingapu.Com – Di antara anak-anak yang mendapatkan pendampingan penanganan bibir sumbing dan celah langit-langit mulut dari Yayasan Kolewa Harapan Indonesia, anak-anak asal Pulau Sumba menjadi kelompok penerima manfaat yang menonjol.
Data yang dimiliki yayasan menunjukkan, hampir 70 persen anak yang telah dibantu berasal dari Sumba. Angka tersebut menjadi salah satu alasan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Family Gathering pada 24–25 Oktober 2026.
Ketua Yayasan Kolewa Harapan Indonesia, Ni Luh Juliani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan anak-anak dan keluarga yang selama ini telah mendapatkan pendampingan.
Pertemuan yang berlangsung di Hotel Elvin, Kota Waingapu, itu diikuti 42 anak bersama orang tua atau kerabat mereka. Peserta merupakan anak-anak yang telah dan akan terus didampingi dalam proses penanganan medis maupun pemulihan setelah operasi.
Bagi yayasan, berkumpul kembali dengan keluarga penerima manfaat memberikan kesempatan untuk melihat perkembangan anak secara lebih dekat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi kebutuhan perawatan lanjutan yang mungkin masih diperlukan.
Juliani menjelaskan, Yayasan Kolewa Harapan Indonesia berkedudukan di Denpasar, Bali, dan tidak memiliki cabang. Meski berbasis di Bali, cakupan bantuan yayasan tidak terbatas pada wilayah Indonesia bagian timur.
“Kenapa kami menamai yayasan ini Kolewa Harapan Indonesia? Karena kami membantu bukan hanya Indonesia bagian timur, tetapi seluruh pulau yang ada di Indonesia. Walaupun harus kami akui, penerima manfaat terbanyak memang berasal dari wilayah timur Indonesia,” ungkap Juliani.
Menurutnya, pemilihan Waingapu bukan semata-mata soal lokasi kegiatan. Besarnya jumlah anak dampingan dari Sumba membuat pertemuan langsung dengan keluarga di wilayah ini menjadi penting.



