Waingapu.Com – Bagi Heronima Holimoto, kehadiran Yayasan Kolewa Harapan Indonesia menjadi harapan besar bagi kesembuhan putranya, Samuel, yang terlahir dengan bibir sumbing serta celah pada langit-langit mulut dan gusi.
Sebagai orang tua dengan keterbatasan ekonomi, Heronima sempat pasrah karena membayangkan besarnya biaya operasi yang harus ditanggung. Namun, harapan datang ketika Samuel baru berusia 12 hari, saat tim Yayasan Kolewa mendatangi rumah mereka untuk melakukan pemeriksaan awal.
Dari pemeriksaan tersebut, Heronima mendapat penjelasan bahwa Samuel dapat menjalani operasi ketika berusia enam bulan. Sejak itu, perjalanan pengobatan Samuel mendapat pendampingan dari yayasan. “Awalnya kami pasrah karena kami orang tidak punya. Kalau harus membiayai operasi, biayanya mahal sekali. Beruntung sekali ada Yayasan Kolewa. Kami dijemput dan hanya tinggal jalan. Tidak ada biaya tambahan apa-apa,” ungkap Heronima.
Kini, Samuel telah berusia empat tahun. Meski sudah menjalani penanganan, ia masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memantau pertumbuhan gigi dan menentukan langkah perawatan berikutnya.
Heronima menjelaskan, kondisi Samuel tidak hanya berupa bibir sumbing, tetapi juga celah pada langit-langit mulut dan gusi. Karena itu, proses perawatannya membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
“Nanti masih akan dievaluasi dan diperiksa lebih lanjut lagi untuk operasi karena pertumbuhan giginya harus diperiksa. Kalau keadaan giginya tidak bagus, baru operasi lagi,” jelasnya.
Heronima bersyukur karena Yayasan Kolewa tetap mendampingi Samuel dan membantu kebutuhan perawatannya. Baginya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga yang sebelumnya kesulitan membiayai pengobatan anaknya. “Semua itu akan ditanggung dan dibantu oleh Yayasan Kolewa 100 persen. Puji Tuhan dan terima kasih,” katanya.
Kisah Samuel menjadi salah satu cerita dalam kegiatan Family Gathering Yayasan Kolewa Harapan Indonesia di Hotel Elvin, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 24–25 Oktober 2026.







