Waingapu. Com – Klaim adanya kesurupan di SMAN 1 Waingapu menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengaku mengetahui kejadian tersebut. Pernyataan itu berbeda dengan klarifikasi pihak sekolah yang menyebut tidak ada histeria massal hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Seorang siswa bahkan menyebut kejadian tersebut tidak hanya dialami satu orang. Menurut pengakuannya, beberapa siswa dan guru disebut mengalami kejadian yang mereka pahami sebagai kerasukan.
“Kalau kesurupan itu benar Pak. Dan tidak hanya satu kali atau pada satu orang. Ada beberapa siswa bahkan guru juga kena,” ungkap seorang siswa.
Siswa lainnya juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Meski begitu, dia menegaskan para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa setelah mendapatkan penguatan dari para guru.
“Benar Pak, tidak hanya satu orang yang alami. Tapi yaaa kami tetap saja ke sekolah karena kami dikuatkan dan diyakinkan oleh para guru bahwa hal seperti itu tidak perlu terlalu dipikirkan tapi minta kami lebih focus saja dengan pelajaran. Jadi memang KBM berjalan seperti biasannya,” timpal seorang siswa lainnya.
Kepala SMAN 1 Waingapu, Rambu Baja Oru, memberikan penjelasan berbeda. Ia mengatakan tidak ada kejadian histeria massal yang sampai menyebabkan gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar.
“Tidak ada kejadian histeria masal hingga menyebabkan gangguan KBM,” tegas Kepsek SMAN 1, Rambu Baja Oru kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 21 September 2026 lalu.
Rambu memastikan aktivitas pendidikan di sekolah tetap berjalan normal dan kondusif. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial tidak menyebabkan kegiatan sekolah berhenti.







