Waingapu.Com – Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga semakin menarik minat sebagian masyarakat karena dianggap mampu memberikan penghasilan lebih cepat dibandingkan pekerjaan pertanian.
Fenomena tersebut terungkap dari pengakuan seorang warga Desa Karera Jangga, Kecamatan Paberiwai, yang dalam pemberitaan ini disebut Agus. Ia menceritakan sejumlah warga di lingkungannya memilih menghabiskan waktu di sekitar sungai untuk mencari emas.
Menurut Agus, sebagian warga bahkan menetap sementara di lokasi penambangan. Mereka membuat tempat tinggal sederhana di sekitar sungai, menyerupai kegiatan berkemah, agar dapat melakukan pencarian emas secara lebih intensif.
Kondisi itu membuat aktivitas mencari emas bukan lagi sekadar pekerjaan sambilan bagi sebagian warga. Ada yang disebut lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi penambangan dibandingkan mengurus pekerjaan kebun.
“Kalau yang tinggal di lokasi itu ada tetangga kami bisa dapat dalam satu minggu 5 sampai 10 gram,” ungkap Agus kepada media ini saat ditemui di Waingapu.
Ia menyebut, salah seorang tetangganya bahkan telah mengumpulkan sekitar 40 gram emas selama menjalankan aktivitas tersebut. Jumlah itu menjadi gambaran besarnya potensi hasil yang membuat sebagian warga tertarik untuk terus menambang. “Mana lagi mau kerja kebun, pilih rendam diri sudah untuk cari emas, hasilnya cepat dan besar,” ujarnya.







