Bukan Sekadar Periksa Tas, Polisi Gunakan Profiling hingga Tes Urine untuk Awasi Penumpang Kapal di Waingapu

oleh
Pemeriksaan terhadap penumpang dan kendaraan yang turun dari KMP Dharma Kartika V di Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT oleh Satresnarkoba Polres Sumba Timur (Foto: istimewa)

Waingapu.Com – Pengawasan terhadap peredaran narkotika di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan barang bawaan. Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur juga menerapkan metode profiling untuk mengidentifikasi potensi penyelundupan melalui jalur laut.

Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan monitoring dan pemeriksaan selektif terhadap penumpang KMP Dharma Kartika V milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang tiba di Pelabuhan Waingapu, Senin (2/11/2026) malam lalu.

Ratusan penumpang yang turun dari kapal menjadi sasaran pengawasan dalam rangka Operasi Sarang Narkoba (OSN).

Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur, Iptu I Gede Putu Parwata, menjelaskan, ada sejumlah tahapan yang dilakukan anggota ketika mengawasi kedatangan kapal penumpang.

Tahap pertama adalah profiling atau pengamatan terhadap perilaku penumpang. Petugas memperhatikan gerak-gerik orang yang terlihat gelisah, berusaha menghindari pemeriksaan, atau membawa barang bawaan dalam jumlah yang tidak wajar.

Tahap kedua adalah pemeriksaan barang bawaan. Petugas bersama otoritas pelabuhan melakukan pengecekan terhadap koper, tas, ransel, kardus, maupun barang lainnya apabila ditemukan indikasi yang mencurigakan.

Selain itu, terdapat pula tes urine secara selektif terhadap penumpang yang menunjukkan ciri-ciri tertentu, seperti mata merah, gelisah, dan tidak bisa diam.

“Kami melakukan pengawasan secara selektif. Tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penumpang yang memanfaatkan transportasi laut untuk membawa atau mengedarkan narkoba,” ujar Iptu Parwata.