Ketua Yayasan Kolewa Harapan Indonesia, Ni Luh Juliani, menegaskan bahwa pendampingan yayasan tidak hanya berfokus pada operasi bibir sumbing. Anak-anak yang mengalami celah langit-langit mulut dan gusi juga mendapatkan perhatian hingga tahapan penanganan yang dibutuhkan selesai.
Menurut Juliani, evaluasi dan tindak lanjut menjadi bagian penting untuk memastikan perkembangan anak tetap terpantau. Sebagian anak juga membutuhkan terapi bicara setelah operasi agar kemampuan komunikasinya dapat berkembang dengan baik.
Melalui kegiatan Family Gathering, yayasan kembali memantau perkembangan anak-anak dampingan sekaligus mengevaluasi kebutuhan perawatan mereka.
Bagi Heronima, perjalanan Samuel belum selesai. Namun, dengan pendampingan Yayasan Kolewa, ia memiliki harapan agar putranya dapat memperoleh perawatan secara berkelanjutan hingga tuntas.(ion)







