Pelaku Berbelit Saat Diperiksa, Gagalnya Penyelundupan Emas Ilegal di Bandara UMK Diwarnai Drama

oleh
Landasan Pacu Bandara Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur (Foto: Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Sebuah upaya penyelundupan material emas ilegal berhasil digagalkan oleh petugas keamanan Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) Waingapu pada akhir Februari 2026 lalu. Namun pengungkapan itu punya cerita tersendiri bahkan berbau drama.

Kasus ini terungkap setelah petugas Aviation Security (AVSEC) mencurigai isi tas seorang penumpang yang hendak melakukan penerbangan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penumpang tersebut awalnya mengaku hanya membawa perhiasan emas.

Namun keterangan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkan petugas.

Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara UMK, Feredo Pratama Bina mengatakan indikasi awal muncul dari hasil pemeriksaan mesin pemindai keamanan.

“Ketika tas melewati alat pemeriksaan, indikator menunjukkan ada beberapa bagian yang warnanya mencurigakan. Karena itu petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Feredo saat mendampingi I Made Sutamayasa, Kepala Bandara UMK ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Saat diminta membuka tas, penumpang tersebut disebut tidak langsung bersikap kooperatif.

Bahkan beberapa kali memberikan jawaban yang berbelit ketika ditanya mengenai isi tasnya.

Pemeriksaan manual akhirnya dilakukan oleh petugas AVSEC.

Di dalam tas memang ditemukan beberapa perhiasan emas, namun jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan material lain yang ada di dalam tas tersebut.

Setelah seluruh isi tas dikeluarkan, petugas menemukan material batuan yang diduga kuat mengandung emas dengan berat lebih dari 400 gram atau hampir 1/2 koligram .

“Ketika semuanya dikeluarkan barulah terlihat bahwa selain perhiasan ada juga material yang diduga mengandung emas,” ujar Feredo.

Karena tidak dapat menunjukkan dokumen legalitas pengangkutan, barang tersebut langsung diamankan.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan aparat KP3 Udara sebelum menyerahkan barang bukti ke Polres Sumba Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.

Belakangan diketahui pemilik barang berinisial S atau U akhirnya diamankan aparat pada Senin (16/3/2026) pagi untuk menjalani pemeriksaan.

Publik kini menuggu langkah maju, tegas dan transparan dari Polres Sumba Timur yang hingga kini masih dipimpin oleh AKBP Gede Harimbawa. Apalagi figur pimpinan Polres ini cukup mumpuni dalam bidan reserse karena pernah menjabat Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda NTB. (ion)