Tragedi Longsor Sertu di Sumba Barat Daya, Dua Bocah SD Tewas Tertimbun

oleh
Upaya pencarian dua anak yang tertimbun longsor di Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya(Foto: Waingapu.Com)

Tambolaka, Waingapu.Com-Tragedi longsor material batu putih atau sertu merenggut nyawa dua bocah sekolah dasar di Desa Djelamanu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kedua korban diketahui bernama Arjun Saputra Gono Ate dan Sardianto Rato Pote. Mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun longsor pada Senin (16/3/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA ketika keduanya berada di area material batu putih. Dan kemudian menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut dan media sosial.

Tanpa peringatan, longsoran tanah dan batu dari lereng tiba-tiba runtuh dan langsung menimbun tubuh kedua bocah tersebut.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berupaya melakukan pertolongan.

Dengan alat sederhana seperti cangkul dan sekop, warga menggali timbunan batu putih yang keras dan berat.

Namun usaha tersebut berjalan sangat lambat karena material longsor cukup tebal.

“Kami sudah berusaha menggali sejak siang, tapi material batu sangat berat,” kata seorang warga yang ikut melakukan pencarian.

Personel TNI dan Polri yang tiba di lokasi kemudian turut membantu proses evakuasi. Juga bantuan ekskavator dari Yusuf Bora, Wakil Ketua DPRD Sumba Barat Daya.

“Saya dapat informasi dari adik Eva di sekitar lokasi sekitar pukul 10.00 WITA. Juga dari media sosial yang menyebut pencarian manual sangat susah,” kata Yusuf Bora yang juga merupakan kader Partai Perindo saat dikonfirmasi wartawan via gawainya Senin (16/3/2026) malam lalu.

Sekitar delapan jam setelah kejadian, sebuah ekskavator akhirnya berhasil didatangkan untuk membantu pencarian.

Operator alat berat bekerja perlahan membuka timbunan batu putih yang diduga menutup posisi korban.

Sekitar pukul 17.00 WITA, kedua bocah tersebut akhirnya ditemukan dari kedalaman sekitar dua meter.

Namun harapan warga pupus ketika diketahui keduanya telah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area material batu yang berpotensi longsor.(ion)