Manajer Umalulu, Iman Soleman, bersama kapten tim Paulus Siprianus Pah Moy, menegaskan bahwa peningkatan prestasi seharusnya berjalan seiring dengan perbaikan fasilitas. Mereka khawatir potensi pemain lokal tidak berkembang optimal apabila kesempatan berlatih dan bertanding tidak didukung sarana yang memadai.
“Berharap prestasi yang meningkat idealnya dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana pendukung. Kita tentu tidak mau kehilangan aset dan generasi pemain sepak bola yang potensial hanya karena minim fasilitas,” kata Iman, diamini Paulus.

Tim juara peraih piala dan uang pembinaan berpose bersama Bupati Umbu Lili Pekuwali dan Sekda Sumba Timur Umbu Ng. Ndamu (Foto Kolase: Dion. Umbu Ana Lodu/Waingapu.Com)
Harapan stadion itu kemudian hadir dalam doa penutupan yang dipanjatkan Paulus, yang juga seorang pendeta. Doa tersebut mendapat tanggapan langsung dari Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, sebelum prosesi penyerahan hadiah kepada tim juara dan penerima penghargaan individu.
“Wuiih, berat juga ini doa Pak Pendeta, mohon agar ada stadion. Tapi tak apa-apa, Pak Pendeta. Terima kasih karena tidak ada yang mustahil di hadapan Tuhan,” ujar Umbu Lili.


