Pada cabang Pangiarang atau bercerita dalam bahasa Sumba, salah satu juri yang dilibatkan adalah Anton Nggela Amah, seorang tokoh adat. Keterlibatan para juri dari berbagai bidang tersebut diharapkan dapat mendukung penilaian sesuai karakteristik dan keterampilan yang diuji dalam masing-masing perlombaan.
Sebelum perlombaan dilaksanakan, pihak sekolah telah menggelar technical meeting di aula SMAN 1 Waingapu. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh penjelasan mengenai teknis perlombaan sekaligus menyampaikan pertanyaan terkait ketentuan yang harus dipenuhi.
Sebanyak 188 siswa dari kelas X hingga XII mengikuti technical meeting tersebut. Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai sejumlah aspek teknis, terutama untuk lomba film pendek dan video jurnalistik, termasuk durasi karya, narasumber, serta bahasa yang digunakan.

Foto bersama juri dan siswa/i peserta lomba video jurnalistik memeriahkan Bulan Bahasa di SMAN 1 Waingapu (Foto: Waingapu.Com)
Rambu Baja mengapresiasi semangat para siswa yang akan berkompetisi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para juri yang bersedia hadir dalam kegiatan persiapan tersebut.
“Terima kasih untuk antusias dan semangat anak-anakku dalam mengikuti beragam mata lomba. Semuanya ada 188 anak. Selamat bersaing dengan sportif dalam menyemarakkan berbagai cabang perlombaan, juga terima kasih untuk kesediaan juri lomba sekolah yang sudah hadir langsung di kegiatan praacara ini,” urainya.
Melalui Bulan Bahasa 2026, SMAN 1 Waingapu berharap kegiatan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas bagi siswa. Selain mengejar prestasi, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman, mengembangkan kepercayaan diri, menjunjung sportivitas, serta mengenali potensi mereka di bidang bahasa, seni, budaya, dan jurnalistik.(ion)



