Waingapu.Com-Di bawah langit biru Sumba Timur yang sama, dua arena berbeda menyatu dalam satu semangat: kebersamaan dan sportivitas juga pelestarian budaya. Di Lapangan Voli Pemkab, suara peluit mengiringi sorak penonton, sementara di Rihi Eti, derap kaki kuda membelah debu musim yang tak jua beranjak ke penghujan. Dua arena, satu nafas!
Turnamen Bola Voli Piala Bupati Sumba Timur 2025 resmi dibuka Selasa (14/10/2025) oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumba Timur, Dominggus Hina Kondanamu, mewakili Bupati. Di sela riuh sorak dan tepuk tangan warga, Ia mengingatkan bahwa olahraga bukan sekadar pertandingan, tapi cara menanamkan nilai hidup.
“Kita ingin menumbuhkan semangat sportivitas dan mempererat kebersamaan lintas kecamatan. Dari lapangan ini, lahir kebanggaan dan persaudaraan baru,” ujarnya.
Turnamen yang mempertemukan tim dari seluruh kecamatan itu menjadi ruang silaturahmi antar aparat dan warga, juga kesempatan mencari bibit atlet berprestasi. Pemerintah berharap, dari turnamen seperti inilah tumbuh generasi yang sehat, disiplin, dan mencintai tanah kelahirannya.
Sebelumnya di Lapangan Rihi Eti, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, juga membuka Lomba Pacuan Kuda Piala Pangdam IX/Udayana. Acara ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 TNI, namun di Sumba Timur, pacuan kuda tak sekadar lomba, ia adalah bagian dari denyut budaya.
Umbu Lili menyebut, pelestarian pacuan kuda bukan hanya menjaga warisan, tapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
“Kuda bagi orang Sumba bukan hanya ternak biasa, tapi simbol kebanggaan dan kehormatan. Kita ingin TNI dan masyarakat terus bersatu dalam semangat yang sama,” katanya saat membuka perlombaan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kodim 1601/Sumba Timur dan disambut antusias ribuan penonton. Barisan kuda yang berlari, kibasan ekor yang berdebu, dan teriakan penonton akan menjadi potret khas kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.
Dua kegiatan itu, voli dan pacuan kuda memang berbeda gaya dan cara juga arena, tapi sejatinya satu dalam semangat. Visi dan misinya tentang kerja keras, disiplin, dan cinta. Baik di lapangan voli maupun lintasan kuda, yang menonjol bukan hanya juara, tapi jiwa komunal yang tumbuh di antara mereka.
Dari bola yang melambung hingga kuda yang berlari, Sumba Timur memperlihatkan wajahnya yang penuh daya: muda, energik, dan optimis. Di setiap sorak dan peluit, tersimpan pesan bahwa olahraga dan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan cara masyarakat mengikat diri dalam satu ikatan: kebersamaan untuk meraih mimpi.(ion)







