Waingapu.Com-Semangat Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 semarak diperingati di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Para pekerja, serikat buruh, pelaku usaha hingga masyarakat umum ambil bagian dalam jalan sehat yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumba Timur Waingapu.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum penting memperkuat kesadaran pekerja terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kala itu, peserta memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat saat para pekerja berjalan berdampingan bersama pemerintah daerah dan pihak BPJS Ketenagakerjaan.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwaili hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah unsur pemerintah daerah, komunitas pekerja, hingga perwakilan perusahaan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumba Timur juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi pekerja dan keluarganya.
Umbu Lili Pekuwati menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pekerja dan serikat pekerja menjadi fondasi penting dalam membangun daerah.
“Perlu adanya sinergitas antara pemerintah, pekerja dan serikat pekerja dalam membangun daerah dan bangsa, khususnya di Kabupaten Sumba Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, program jaminan sosial ketenagakerjaan sangat membantu masyarakat pekerja ketika menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial ekonomi lainnya.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan kini tidak hanya menyasar pekerja formal atau penerima upah, tetapi juga pekerja informal seperti petani, nelayan, tukang ojek dan pekerja mandiri lainnya.
“Pekerja informal juga bisa mendaftar secara mandiri dengan iuran yang sangat terjangkau,” katanya.
Umbu Lili juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah memberikan relaksasi berupa diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sebesar 50 persen.
“Dari sebelumnya Rp16.800, kini masyarakat pekerja informal hanya membayar Rp8.400 per bulan dengan manfaat yang sama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumba Timur Waingapu, I Gusti Rai Buda Pramana Putra mengatakan May Day harus dimaknai sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan pekerja.
“Pekerja memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat penting,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pekerja, baik formal maupun informal, menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas.(ion)







