Jalan Pintas Berujung Masalah: Polisi dan Warga Soroti Plat Nopol Palsu untuk Dapatkan BBM Subsidi di Sumba Timur

oleh
Aparat Satlantas berikan himbauan humanis di SPBU pada warga yang gunakan jerigen, tidak memasang plat nopol juga pembuat plat agar patuhi aturan dan hukum yang berlaku dan tidak sekedar kemudahan dapatkan BBM subsidi. Kasatlantas AKP Rahmat Agus Ibrahim pastikan akan tindak tegas jika himbauan humanis tak diindahkan-Foto Kolase: Waingapu.Com

Waingapu.Com-Keinginan mendapat kemudahan sering kali berujung pada pelanggaran. Di Sumba Timur,NTT, jalan pintas itu tampak dari maraknya penggunaan plat nomor yang ditenggarai palsu demi membeli BBM subsidi tanpa hambatan. Indikasi itu tak hanya dicium warga juga diendus aparat penegak hukum.

Satlantas Polres Sumba Timur menilai praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa, melainkan persoalan serius yang menyentuh aspek keadilan sosial dan kedaulatan hukum.

Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa melalui Kasat Lantas AKP Rahmat Agus Ibrahim menuturkan, TNKB adalah identitas resmi kendaraan yang berfungsi sebagai alat pengawasan, penegakan hukum, dan perlindungan bagi pengguna jalan.

“Sebelumnya selalu Pak Kapolres Sumba Timur menegaskan agar jangan korbankan ketertiban hanya demi kemudahan sesaat,” ujar Rahmat Agus Ibrahim.

Ia menyebutkan, kendaraan tanpa TNKB sah rawan disalahgunakan dan sulit dipertanggungjawabkan secara hukum. Dalam konteks BBM subsidi, praktik ini jelas merugikan negara.

Satlantas terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat memahami risiko dan konsekuensi hukum penggunaan plat bodong. Penindakan akan dilakukan secara profesional dan humanis.

“Kami tidak melarang masyarakat menggunakan kendaraan. Kami hanya meminta patuhi aturan yang sudah jelas,” katanya.

Rahmat menambahkan, apabila TNKB hilang atau rusak, prosedur penggantian di Samsat telah disiapkan negara dan tidak rumit.

Dengan tertib berlalu lintas, masyarakat ikut menjaga keadilan distribusi BBM dan keamanan di jalan raya.(ped)

Komentar