BMKG NTT Warning Rob 24–26 Januari, Pesisir Sumba hingga Flores Masuk Zona Waspada

oleh
Pemukiman di pesisir pantai Sumba dan Flores wajib waspadai banjir rob-Foto: ilustrasi AI

Kupang, Waingapu.Com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 24–26 Januari 2026 di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur.

Fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Baru yang terjadi pada 19 Januari 2026 dan berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum, terutama di wilayah perairan dangkal dan pesisir terbuka.

BMKG menjelaskan, banjir rob merupakan peristiwa naiknya air laut ke daratan pesisir akibat pasang maksimum yang diperparah oleh faktor cuaca seperti curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang laut.

“Berdasarkan hasil pemantauan pasang surut, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat, terdapat peluang gangguan dinamika pesisir berupa banjir rob di wilayah NTT,” tulis BMKG Maritim Tenau Kupang dalam keterangan resminya.

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi pesisir Pulau Flores–Alor, pesisir Pulau Sumba, pesisir Pulau Sabu–Raijua, serta pesisir Pulau Timor–Rote.

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam pasang maksimum yang berpotensi merendam permukiman rendah dan fasilitas umum.

“Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di tambak garam, hingga perikanan darat dapat terdampak. Kami minta masyarakat memantau informasi resmi cuaca maritim,” tulis BMKG.

Selain itu, nelayan tradisional juga diminta memperhatikan keselamatan pelayaran serta tidak memaksakan aktivitas melaut saat kondisi pasang ekstrem terjadi.

BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi perkembangan cuaca dan pasang surut laut melalui kanal resmi agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi sejak dini.(ion)

Komentar