Waingapu.Com – Jumlah titik panas di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat mencapai 65 titik dalam sehari. Kondisi ini menjadi perhatian setelah kabut asap atau haze terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Umbu Mehang Kunda Waingapu, Carles Alexander Tari, melalui siaran pers pada Senin (19/10/2026), menyampaikan hasil pemantauan titik panas BMKG selama periode 14–18 Oktober 2026.
Berdasarkan data tersebut, pada 14 Oktober 2026 terpantau 43 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Jumlahnya meningkat menjadi 63 titik pada 15 Oktober 2026.
Puncak pemantauan terjadi pada 16 Oktober 2026, ketika BMKG mendeteksi 65 titik panas. Angka tersebut kemudian turun menjadi 19 titik pada 17 Oktober.
Namun, pada 18 Oktober 2026, jumlah titik panas kembali meningkat menjadi 47 titik dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi.
Dalam siaran pers tersebut, Carles Alexander Tari menjelaskan bahwa hasil analisis sebaran titik panas berkaitan dengan dugaan sumber asap yang menyebabkan kabut asap di Pulau Sumba.
“Dari analisis terkait sebaran titik panas ini, disimpulkan bahwa kekaburan udara yang terjadi hingga saat ini diakibatkan oleh sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Pulau Sumba,” demikian keterangan BMKG.


