Tambolaka, Waingapu.Com – Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 4 Oktober 2026 pagi lalu. Guncangan membuat warga di sejumlah wilayah Pulau Sumba dikejutkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG Sumba, gempa terjadi pada pukul 05.55.52 WIB atau 06.55 WITA. Episenter gempa berada pada koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur.
Pusat gempa disebut berada sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Sumba. Getaran dilaporkan terasa mulai dari Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah hingga Kabupaten Sumba Timur.
Di Tambolaka, Sumba Barat Daya, guncangan dirasakan cukup kuat. Warga melaporkan sejumlah benda di sekitar rumah ikut bergerak, termasuk sepeda motor yang sedang diparkir.
Kondisi tersebut membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah Sumba Barat Daya.
Situasi itu juga memengaruhi pelaksanaan ibadah umat Katolik di Paroki Katedral Roh Kudus Weetebula. Untuk mengantisipasi potensi gempa susulan, umat memilih melaksanakan Misa sore di halaman gereja.
Dalam pelaksanaan Misa tersebut, pastor dan umat turut mendoakan warga yang terdampak gempa. Doa juga dipanjatkan agar dampak buruk akibat rangkaian gempa dapat diminimalkan.
Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula sendiri dibangun pada awal 1960-an. Hingga informasi ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.(ion)







