Waingapu.Com – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumba Timur tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Upacara bendera digelar di kawasan proyek Tambak Udang Modern Terintegrasi di Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Lebih dari 700 peserta mengikuti upacara yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb. Haeru Rahayu.
Keunikan lainnya terlihat dari busana yang dikenakan para peserta. Inspektur upacara dan para tamu undangan mengenakan pakaian adat khas Sumba dan berbagai daerah di Nusantara.
Perpaduan antara budaya dan pembangunan nasional menjadi warna tersendiri dalam peringatan HUT RI kali ini.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.
Setelah upacara selesai, masyarakat kembali disuguhi kegiatan bazar murah yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok.
Beras SPHP dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling diburu warga.
Suasana semarak terlihat ketika warga berbondong-bondong mendatangi lokasi bazar untuk berbelanja.
Perayaan HUT RI di kawasan Tambak Udang Modern Terintegrasi membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui perpaduan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Untuk diketahui, pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming) di Waingapu, Sumba Timur, ini seluas 2.150 hektare dengan investasi Rp7,2 triliun itu, terus ngebut dikerjakan pada 2026. Dua klaster ditargetkan beroperasi pada 2027, bahkan olejh Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono diharapkan rampung total pada tahun yang sama.
Proyek ini berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Dengan Luas 2.150 hektare dengan target produksi 52.800 ton per tahun diproyeksikan akan menjadi tamkak udang terbesar di Indonesia bahkan di Asia.(wyn)


