Waingapu.Com – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sumba Timur dalam pidato peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Waingapu, Senin (17/8/2026).
Dalam pidatonya, Bupati mengakui bahwa dunia pendidikan di Sumba Timur masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Rendahnya kualifikasi dan kompetensi guru, keterbatasan jumlah tenaga pendidik, distribusi guru yang belum merata, serta minimnya sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
Meski demikian, sejumlah indikator pendidikan menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Salah satunya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 70,28 pada 2024 menjadi 70,99 pada 2025.
Di sektor pendidikan, capaian Harapan Lama Sekolah berhasil mencapai 12,88 tahun sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah meningkat dari 8,06 tahun pada 2024 menjadi 8,82 tahun pada 2025.
Peningkatan juga terlihat pada indikator literasi dan numerasi dasar. Persentase ketuntasan kompetensi literasi dan numerasi mencapai 45,62 persen atau jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 27,25 persen.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari keluarga miskin ekstrem. Pada 2025, pemerintah menyalurkan anggaran sebesar Rp500 juta kepada 142 mahasiswa.
Program tersebut akan diperluas pada 2026. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mahasiswa penerima beasiswa lanjutan dan mahasiswa baru. Kebijakan itu menjadi bagian dari program HUMBA CERDAS.







