75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Bukan Sekadar Merayakan Usia tetapi Melanjutkan Misi Injil

oleh
Mgr. Edmund Woga, CSsR pimpin Misa Syukur HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu. Pater Bartholomeus V. Farano L. Nedy, CSsR, Pastor Paroki Sang Penebus dan Peternich W. F. Djae, Ketua Panitia HUT (Foto Kolase: Tangkapan Layar Komsos)

Waingapu.Com – Memasuki usia ke-75 tahun, Paroki Sang Penebus Waingapu, Kabupaten Sumba Timur,NTT tidak hanya memiliki alasan untuk mengenang perjalanan sejarahnya. Usia tersebut juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tugas perutusan umat dalam mewartakan Injil dan menghadirkan kasih di tengah masyarakat.

Pesan itu tercermin dalam tema perayaan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus, yakni “75 Tahun Ditebus dan Diutus”. Tema tersebut menempatkan perjalanan panjang iman bukan semata sebagai kisah masa lalu, melainkan panggilan untuk melanjutkan pelayanan pada masa kini dan masa mendatang.

Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR., menegaskan bahwa umat memiliki peran penting dalam meneruskan pewartaan Injil di wilayah Sumba Timur.

“Umat adalah kaki tangan Tuhan untuk mewartakan Injil kasihnya ke mana saja di Sumba Timur ini,” ujar Mgr. Edmund Woga dalam rangkaian perayaan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu, Jumat (9/10/2026) dalam sambutannya.

Menurutnya, perkembangan kehidupan Gereja di Sumba tidak terlepas dari perjalanan pelayanan yang telah dilakukan para pendahulu. Dari Paroki Sang Penebus, sejumlah paroki lain telah lahir dan terus berkembang hingga sekarang.

Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa pewartaan Injil membutuhkan ketekunan, keterlibatan umat, serta kesediaan untuk meneruskan karya pelayanan dari satu generasi ke generasi berikutnya.