75 Tahun Paroki Sang Penebus Waingapu, Bukan Sekadar Merayakan Usia tetapi Melanjutkan Misi Injil

oleh
Mgr. Edmund Woga, CSsR pimpin Misa Syukur HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu. Pater Bartholomeus V. Farano L. Nedy, CSsR, Pastor Paroki Sang Penebus dan Peternich W. F. Djae, Ketua Panitia HUT (Foto Kolase: Tangkapan Layar Komsos)

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-75, Peternich W. F. Djae, mengatakan panitia telah melaksanakan sekitar 46 kegiatan dalam tiga kelompok utama, yakni kebersamaan dan penggalian bakat, aksi sosial-keagamaan-kemanusiaan, serta spiritualitas dan syukur.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan ulang tahun paroki tidak hanya berpusat pada kegiatan seremonial, tetapi juga berupaya menghubungkan iman dengan kehidupan bersama dan kepedulian terhadap sesama.

Uskup Weetabulla, Pastor Paroki Sang Penebus dan para imam/pastor lainnya pose bersama pimpinan daerah se Sumba yang hadiri puncak perayaan HUT ke-75 HUT Paroki Sang Penebus (Foto: istimewa)

Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu, Bartholomeus V. Farano L. Nedy, CSsR, turut menekankan pentingnya perayaan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan umat. Salah satunya melalui penggunaan pangan lokal dalam sejumlah rangkaian kegiatan.

Dengan demikian, tema “75 Tahun Ditebus dan Diutus” menjadi pengingat bahwa rasa syukur atas sejarah perlu berjalan beriringan dengan komitmen pelayanan. Perayaan usia ke-75 diharapkan mendorong umat untuk terus mewartakan Injil, membangun persaudaraan, serta menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan dasar iman.(ion)