Sebulan Lebih Terlaksana, Humba Merdeka Festival Tutup dengan Pesan Budaya dan Evaluasi

oleh
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani pose bersama sejumlah pimpinan OPD dan elemen yang terlibat dalam pelaksanaan THR (Foto: istimewa)

Waingapu. Com – Setelah berlangsung kurang lebih satu bulan, Humba Merdeka Festival 2026 dan Taman Hiburan Rakyat resmi ditutup di Waingapu, Sumba Timur, Sabtu (5/9/2026) malam. Pemerintah daerah berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang penguatan budaya dan kreativitas masyarakat.

Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat sejak awal hingga penutupan festival.

DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, lembaga pendidikan, seniman, budayawan, komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat disebut memiliki peran dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Bagi Yonathan, festival menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki Sumba Timur. Kegiatan olahraga, seni, budaya dan hiburan memberikan kesempatan kepada anak-anak hingga generasi muda untuk tampil dan berkompetisi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemenangan dalam perlombaan. Keberanian tampil, kemampuan menghargai lawan dan kemauan untuk terus berkembang juga menjadi nilai penting yang harus dipertahankan.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang mendapat juara pertama, tetapi siapa yang berani tampil, berani berkompetisi, menghargai lawan dan terus berusaha menjadi lebih baik,” tegasnya.