Waingapu.Com-Hujan yang turun tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan terbesar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Kamalaputi, Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Akibat kondisi cuaca tersebut, proyek strategis yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu belum dapat diselesaikan sesuai target akhir Mei 2026.
Site Manager PT Dewata Teknik, Samsuri, menyebut gangguan cuaca berdampak langsung terhadap pekerjaan konstruksi di lapangan.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan yang membutuhkan kondisi tanah kering kerap tertunda karena hujan turun secara tiba-tiba.
“Kendala terbesarnya adalah cuaca. Kami buat target baru Juli 2026 ini rampung,” katanya.
Samsuri menjelaskan, kondisi paling sering terjadi adalah pekerjaan galian yang dilakukan saat cuaca cerah mendadak terendam air akibat hujan deras.
Situasi itu menyebabkan tenaga kerja harus menghentikan pekerjaan dan melakukan penyedotan air sebelum proses pembangunan kembali dilanjutkan.
“Kadang saat panas kami mulai menggali. Setelah itu hujan turun deras dan lokasi tergenang. Air harus disedot dulu,” ujarnya.
Menurut dia, hambatan tersebut membuat jadwal pekerjaan bergeser dari rencana awal yang telah disusun perusahaan.
Untuk mengantisipasi dampak keterlambatan, kontraktor kemudian mengajukan addendum kepada PPK agar pekerjaan dapat dilanjutkan hingga target baru yang ditetapkan. Permohonan addendum tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pihak terkait.
Meski demikian, progres fisik pembangunan disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan sebagian besar bangunan sudah memasuki tahap finishing. Pihak kontraktor optimistis seluruh pekerjaan dapat dirampungkan pada Juli 2026 jika kondisi cuaca lebih bersahabat.(ion)


