UPKM/CD Bethesda YAKKUM dan Dinskes Sumba Timur Perkuat Posyandu ILP, Kader Didorong Layani Warga dari Kandungan hingga Lansia

oleh
Serba-serbi Lomba Posyandu ILP Tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Tanto (Foto: Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama UPKM/CD Bethesda YAKKUM terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan masyarakat melalui penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Posyandu ILP Tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Tanto, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang diikuti kader Posyandu terbaik dari 2 kecamatan yakni Rindi dan Lewa Tidahu serta 10 desa itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah evaluasi sekaligus penguatan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup manusia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Rambu M.R.K. Djima, mengatakan transformasi Posyandu merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, Posyandu kini tidak lagi hanya melayani ibu hamil, bayi dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok umur.

“Transformasi Layanan Kesehatan melalui Integrasi Layanan Primer merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada ibu hamil dan balita, tetapi menjadi pusat layanan kesehatan yang menjangkau seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif hingga lansia,” ujar Rambu Djima.

Ia menjelaskan, melalui transformasi tersebut pemerintah ingin memperkuat pelayanan promotif dan preventif agar berbagai persoalan kesehatan dapat dicegah sejak dini.

Karena itu, lanjutnya, Lomba Posyandu ILP yang diselenggarakan oleh UPKM/CD. Bethesda YAKKUM bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi media pembelajaran bagi seluruh Posyandu untuk meningkatkan mutu pelayanan dan inovasi.

“Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi, pembelajaran, dan motivasi bagi seluruh Posyandu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat inovasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Proyek UPKM/CD Bethesda YAKKUM, Yosephin Dian Sarimastuti, menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam mempercepat implementasi Posyandu ILP.

Melalui Program Peningkatan Peran Masyarakat Sipil untuk Mewujudkan Sistem Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas, UPKM/CD Bethesda YAKKUM telah melakukan pendampingan terhadap puluhan Posyandu di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

“Kami mendampingi 90 Posyandu di 30 desa mitra di Sumba Timur, Malaka dan Alor untuk mengembangkan Posyandu ILP dengan pendekatan siklus hidup manusia. Khusus di Sumba Timur ada 34 Posyandu yang tersebar di 10 desa,” ungkap Yosephin.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari workshop implementasi Posyandu ILP, pelatihan kader, sosialisasi di desa hingga pendampingan langsung saat pelaksanaan pelayanan Posyandu.

Menurut Yosephin, keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada kemampuan kader dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Inovasi adalah proses menciptakan ide, metode atau hal baru yang memberikan kemudahan dan manfaat lebih besar bagi kehidupan. Karena itu kader Posyandu perlu terus didorong untuk berkreasi dalam meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur dan UPKM/CD. Bethesda YAKKUM diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Posyandu yang semakin profesional, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat sejak dalam kandungan hingga usia lanjut.(wyn)