10 Posyandu Terbaik Lolos ke Tingkat Kabupaten, Adu Inovasi dan Keterampilan Demi Pelayanan Kesehatan Terbaik

oleh
Salah satu pemenang dan proses penilaian serta wawancara dalam Lomba Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026 (Foto: Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Persaingan dalam Lomba Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan atas inisiatif UPKM/CD Bethesda YAKKUM serta TP-PKK Kabupaten Sumba Timur dan Dinas Kesehatan setempat tidak hanya menguji administrasi Posyandu. Para peserta juga ditantang menunjukkan kemampuan nyata dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebanyak 10 Posyandu terbaik berhasil lolos dari proses seleksi tingkat kecamatan dan berhak tampil pada babak penilaian tingkat kabupaten.

Posyandu yang berhasil melaju berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumba Timur, yakni Posyandu Berdikari dari Rindi, Posyandu Anggur Merah dari Haikatapu, Posyandu Istana Karang 2 dari Tanaraing, Posyandu Kahembi dari Tamburi, Posyandu Coklat dari Bidi Praing, Posyandu Mangga 3 dari Umamanu, Posyandu Pepaya dari Mondu Lambi, Posyandu Injung dari Kangeli, Posyandu Jambu dari Desa Lai Hau, serta Posyandu Kopi dari Desa Watumbelar.

Setelah lolos dari tingkat kecamatan, seluruh peserta mengikuti penilaian tingkat kabupaten dengan beberapa kategori yang menguji kemampuan kader secara komprehensif.

Tahapan penilaian meliputi uji pengetahuan melalui tes tertulis dan wawancara, uji keterampilan berupa praktik pelayanan langsung di hadapan dewan juri, serta presentasi inovasi yang telah dikembangkan masing-masing Posyandu.

Seluruh proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang berkompeten diantaranya dari Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sumba Timur bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur.

Model penilaian tersebut dirancang agar Posyandu tidak hanya unggul dalam kelengkapan administrasi, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi kader, kreativitas pelayanan, hingga inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Rambu M.R.K. Djima, sebelumnya menegaskan bahwa lomba ini menjadi media evaluasi untuk melihat kualitas pelayanan Posyandu secara menyeluruh.

“Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi, pembelajaran, dan motivasi bagi seluruh Posyandu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat inovasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kompetisi yang sehat akan lahir banyak inovasi lokal yang dapat direplikasi oleh Posyandu lain di seluruh Kabupaten Sumba Timur.

Selain itu, proses penilaian juga menjadi kesempatan bagi kader Posyandu untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, pelayanan, hingga pemecahan masalah kesehatan di tingkat masyarakat.

Kompetisi tersebut diharapkan melahirkan Posyandu yang tidak hanya unggul saat lomba berlangsung, tetapi mampu mempertahankan kualitas pelayanan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan semakin banyak Posyandu yang inovatif dan profesional, transformasi pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Sumba Timur diyakini akan semakin cepat terwujud dan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Untuk diketahui Lomba ini diikuti oleh Posyandu yang berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Rindi dan Lewa Tidahu yang terdiri dari 10 Desa. Kesepuluh Desa dimaksud yakni Desa Mondulambi, Desa Haikatapu, Desa Tanaraing, Desa Tamburi, Desa Rindi, Desa Laihau, Desa Bidipraing, Desa Kangeli serta Desa Watumbelar dan Desa Umamanu (wyn)